Pages

Wednesday, November 11, 2015

Surat untuk Kamu dari Aku

Halo Battala...

Pagi yang sedikit gerah di sini, apa di kotamu udaranya seperti ini?

Battala...aku tak akan tanya kabarmu, aku hanya ingin cerita banyak hal.

Cerita bagaimana awal kita bertemu, bagaimana akhirnya kita sepaham yang bahkan tanpa kita sadari itu membawa kita ke dalam perasaan yang nyaman.

Btw, saat aku nulis ini aku lagi menggoreng nasi, aku ingat kamu, ya kamu suka nasi goreng.

Aku mulai aja ya flashback nya, moga kamu juga ingat, walau kadang kamu hanya pura2 gak ingat biar gak kelihata perasaanmu yang sebenarnya, ya to??? Hehe

2010 Surabaya (Kaliandra)
Aku anak baru masuk Rotaract club, mmmhh ikut kali pertama yang namanya RCOT/RDC, kita belum kenal, aku hanya beberapa kali melihatmu dari jauh begitu semangat, melihatmu dengan rambutmu yang masih agak gondrong, melihatmu tampil di acara gala dinner bersama club mu, tapi belum tau sapa kamu, kamu juga belum tau sapa aku, cuma tahu kamu dari Semarang, masih buta, hanya tahu malam itu seneng liat ramai2.

2011 Bali
Dalam acara yang sama di tempat yang berbeda, kita kembali bertemu tapi belum saling menyapa. Hanya seorang teman yang begitu sering bercerita soal kamu saat meeting yang buat aku penasaran, siapa sih Battala yang sering disebutnya, sayang orang yang sering sebut namamu itu adalah kaum mu sendiri, alhasil aku geli sendiri 😊.
Malam sebelum acara, diperlihatkannya lah aku akan sosok dirimu, kulihat dari jauh kamu menggandeng 2 perempuan, aku pun berbisik pada kawanku itu, "itu yang dibilang Battala? Cakep sih tapi kok ya sok kecakepan dikerumuni wanita2" kataku waktu itu. Kawanku itu membalas "kamu akan kenal dia, anaknya baik, nanti dukung dia saat mencalonkan jadi DRR, ya". Aku jawab kembali "ikh, ogah, dia masih terlalu labil untuk memimpin, blm cocok". Dan pada pemilihan pun kamu kalah suara karena visi misi mu yang buat aku dan kawan2 lainnya untuk tidak memilihmu dulu, walau kawan yang satu merengek2 agar club kami mendukungmu, aku berusaha menenangkannya dengan logika "kawan, dia belum bisa memimpin, dia lagi jatuh cinta, dan orang yang jatuh cinta tak akan bisa menyelaraskan hati dan pikirannya" kataku, "kamu tenang, tahun depan dia akan kepilih dan memimpin kita" lanjutku. Dan benar 2012 kamu terpilih.

2012 Surabaya
Acara yang berbeda tapi dengan kegiatan club yang sama, DTTS, kembali kita bertemu, dan kali pertam kita berbicara dan bertatap muka langsung.

Yang ada tersimpan dengan baik dalam memory ini adalah kala itu, aku menitipkan pesanan kawan kamu sebuah oleh2 dari daerahku, saat itu kamu dengan candaan berkata "buatku mana?", aku hanya senyum dan bilang "iya ntar, ada kok" walau jujur wkt itu aku punya sisa satu sebagai bekalku, tapi entah apa yang mendorongku untuk memberikannya saja untukmu, karena aku masih bisa menikmatinya jika kembali ke daerahku.

Siang hari, saat kamu selesai memberikan pengarahan, kamu keluar lalu masuk dan langsung duduk di sampingku, karena aku duduk bersebelahan sama teman clubmu, aku kaget, melirikmu, kamu berkata "mbak secdist, minta pin bb mu dunk", "bukannya kita dah temanan di bbm" kataku, "bbnya rusak mbak, rusak karena putus cinta" teman club mu angkat suara. Aku senyam senyum mikir "secakep dia bisa juga patah hati?". Kita pun kembali bertukar pin bb.

Sore hari selepas Ishoma, kita kembali ke ruangan yang sama melanjutkan meeting, kembali dengan posisi yang sama kamu duduk disamping aku. Mmmhhh aku mencium bau rokok, tanpa basa basi aku nyeloteh kepadamu "kamu habis merokok ya?", "loh, kok kamu tahu?" tanyamu sembari tersenyum khasmu. "Badanmu bau rokok, asapnya mungkin melekat dibajumu" jawabku...lalu kamu tiba2 pergi.

10 menit kemudian kamu kembali, dan kembali duduk di sampingku sembari berkata "aku gak bau rokok lagi kan?". "Iya, kamu habis ganti baju ya?" tanyaku. "Iya, soalnya aku nanti gak diizinkan duduk di sampingmu" katamu sambil senyum. Kamu itu, bandel juga, perayu juga pikirku.

*masih diruang yang sama*
"Mbak ina, kok kamu ngasih nama ina miss sunshine di bb mu?" tanyamu. "Hehe, ceritanya kamu bisa baca di blogku atau catatan di fb-ku" jawabku tanpa pedulikan kamu yang hanya asyik corat coret, lirik sana sini, aish orang ini tebar pesona lagi, pikirku.
Sampai akhir acara kita kembali ke daerah masing2, kita hanya contact melalui bbm saja.

Masih tahun yang sama, di bbm kamu memintaku untuk jadi secretarymu nanti (kamu akhirnya terpilih jadi DRR), aku hanya jawab "Nas, moso aku lagi, aturannya yang sudah pernah menjabat di district gak bisa menjabat lagi", "loh bisa saja to, kamu kan pengalaman jadi secretary, mau ya?" regekmu. "Gini aja, kamu nyari dulu yang cocok menurutmu, kalo memang mentok gak dapat, aku akan terima" saranku. "Baiklah, tapi aku berharap kamu" katamu.

Masih tahun yang sama dengan bulan yang berbeda.
Kita masih contact an hanya melalui bbm, kamu sudah mulai persiapan untuk menjabat jabatan DRR itu, kamu bbm "mbak, 2014 rdc di makassar ya" katamu, "hahaha gila ah, ndak mungkin, di semarang aja" kataku. "Knp gak mungkin, semua bisa jadi mungkin" jawabmu...kita pun berdebat, tertawa, saling bertukar cerita hal konyol.

Minggu depannya, masih bulan yang sama. Hapeku berbunyi, itu dari kamu "mbak ina, DG. Imam setuju RDC di Makassar, aku bilang kamu yang jadi ketupatnya, kamu mau kan?" katamu senang. "Battalaaa, haduh aku gak isa, kamu tuh ya, ambil keputusan tanpa diskusi dulu, aku ragu tau" kataku. Dengan sekuat tenaga kamu berusaha membujukku, sampai akhirnya aku pun luluh dengan segala argumenmu yang yakinkan diriku.

Waktu pun berjalan, tanpa kita sadari kita semakin dekat, sama2 nyaman buat bercerita apa saja, tapi entah hati kita, hanya kita yang tahu.

2013 Solo
Perjalanan Surabaya-Solo sendirian menggunakan bus membuatku mengenang kejadian 2011 yang membuatku menarik diri, menangis sepanjang jalan berharap semua cerita kelam waktu itu hanya mimpi, berharap berita soal "ex" ku tunangan bohong, tapi tidak semua itu nyata. Tiba2 bbm-mu masuk "mbak, kamu baik2 saja? Kamu sudah sampai Solo? tanyamu. "Iya, aku baik2 saja, udah masuk daerah Solo tapi blm smpai terminal, kamu tenang persiapan launching sdh selesai kok" jawabku berusaha menenangkanmu dibalik kesedihanku sendiri.

Akhirnya sampai juga di lokasi RDC kali ini, saat diruangan aku shock melihat wajah yang membuatku menarik diri, aku sembunyi pura2 tunduk nyari sesuatu di tasku, fine lega dia berlalu, bbm mu kembali masuk "mbak, kamu di mana? Km sudah sampai?" tanyamu. Aku dibelakang, aku melambaikan tanganku, kamu tersenyum khas mu. Hatiku terasa tenang melihat senyum yang begitu ikhlas, lega. Aish aku ini mikir apa, batinku.

Acara berlanjut, yang teringat kamu dibully karena jadian sama miss rempong, oke fine, aku gak tau berita itu, cuma melongo lihat kelakuan miss rempong, aku mikir, nih orang senengnya sama perempuan seperti itu?, batinku. Sudahlah, bukan urusanku, batinku lagi.

Tiba2 badanku menggigil, perutku mual, gak tau musti apa, yang terpikir bbm kamu "aku merasa gak enak badan, aku butuh air" kataku. Kamu pun menghampiriku, menanyakan keadaanku tanpa peduli keributan bullying di depan. Kamu pun memintaku ke kamar untuk istirahat, yang kulihat dari raut wajahmu, kamu seakan kebingungan, panik. Aku manut permintaanmu, ntah perasaan apa waktu itu hatiku kecilku berkata "ina, jangan buat dia panik".

Beberapa waktu kemudian, aku merasa enakan, setelah sholat dan beristirahat. Kembali bbm mu masuk menanyakan keadaanku. Perhatianmu sempat membuat hatiku yang hilang arah karena kenangan dan berita menyakitkan itu kembali bersatu.

Acara berjalan, tiba2 sebelum acara presentasi, kamu menanyakan bahannya, aku mengatakan aku sudah serahkan semalam hardist bahannya, kamu kembali ke ruang panitia, lalu kembali dan mengatakan hardist nya hilang, terlihat dari wajahmu kepanikan yang kamu sembunyikan. Teman2 panitia semua angkat tangan mengatakan hilangnya hardist itu adalah tanggung jawabmu. Wajahmu waktu itu seperti kehilangan arah, panik, takut itu yang aku tangkap. Kamu keluar duduk sendiri, kuhampiri kamu pelan, "kamu jangan panik" kataku, "tapi hardist mu hilang, presentasinya gimana" bisikmu dengan suara bergetar. "Tenanglah, aku sudah titip sama secretary ku untuk kirimkan file presentasi ke emailku buat jaga2 akan hal seperti ini" kataku berusaha menenangkan kepanikanmu. "Tapi hardiastmu hilang, gimana data2mu yang lain" katamu. "Yah, kita cari dulu, kalo memang gak dapat ya sudah toh mungkin sudah wak untuk pergi dariku seperti orang yang memberikannya padaku" kataku tanpa sadar *bodoh*. "Aku ganti aja ya, tapi enggak skrg" pintamu, "ya sudah terserah kamu" jawabku, walau waktu itu ada rasa sedih kenangan tentang dirinya hilang, tapi kembali lagi ntah perasaan apa hati kecilku berkata "sudahlah, kamu lebih penting aku tenangkan, dari pada perasaanku yg bikin hati tambah mumet". Kamu sedikit tenangan, walau masih terlihat pucat karena panik, ya Allah kamu kenapa, batinku.

Setelah acara, aku ikut bersamamu ke kotamu karena aku ada janji dengan kawan dari salah satu club di kotamu. Perjalanan yang panjang, ternyata kita ke Yogya dulu, fine, aku ketakutan di dalam mobil mu, Tuhan, kenapa aku harus ikut di sini, kenapa aku gak jalan sendiri, batinku. Tapi berusaha menyembunyikan segala ketakutanku dari kamu dan miss rempong, yang saban perjalanan mewek, ngomel dan bertengkar kecil denganmu, aku seakan terjebak dalam sebuah lingkaran kecil yang aku sendiri gak tau jalan keluarnya, berusaha menjadi penengah bagi kalian tapi kenapa perasaanku jadi aneh gini, aku merasa kamu ingin dia tidak ikut tapi gak berani mengatakan kepadanya...aaahhh itu pikiran bodoh, batinku.

sampai akhirnya waktu terus berjalan, banyak hal yang terjadi selama perjalanan itu, sampai akhirnya aku sampai di kotamu, tinggal di rumahmu semalam, rasa nyaman disambut oleh bibi sri, walau deg-degan orang tuamu tidak suka kamu bawa aku nginap di rumahmu, tapi semua tersingkirkan oleh perasaan yang aku sendiri tidak tahu apa itu.

Waktu terus berlalu, banyak hal yang dilalui, kadang kita tertawa, saling mengejek, marahan lalu baikan lagi. Tanpa kita sadari, hati kita ada keterikatan kuat tapi keegoisan, kesombongan kita menghalangi untuk diam dan mengabaikannya

Kini kamu memutuskan memilih wanita yang se-suku denganmu, yang lebih dekat karena se-kota denganmu, aku gak bisa berbuat banyak, walau dalam tiap doaku, aku berharap kita bisa bersama, tapi itu semua hanya Allah yang tahu.

Sampai ketemu lagi temanku, biarlah semua cerita ini jadi kenangan indah untukku sendiri.

Doaku, jaga baik2 dirimu 😇



No comments:

Post a Comment